Lebih Dekat Dengan Reyog Krida Satria Tama Milik SH Terate Pusat

  • Bagikan

Madiun | shterate.or.id – Sebagai wadah pengembangan diri warga melalui seni bela diri, SH Terate juga turut ambil peran melestarikan seni budaya lokal yang diminati para warganya. Hal ini terbukti dengan dibentuknya Krida Satria Tama sebagai paguyuban seni Reyog Ponorogo milik Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun.

Endra Agus Wahyudi, pengurus paguyuban seni reyog Krida Satria Tama menuturkan, unit kegiatan tersebut baru berdiri secara resmi pada 27 November 2019. Unit kegiatan ini dibentuk dengan tujuan menjadi wadah dimana para warga/anggota yang lama tidak berkecimpung atau aktif di padepokan agar tertarik dan rasa cintanya kepada padepokan dan SH Terate bisa tumbuh kembali. “Tidak melulu untuk reyog’an, supaya kegiatan saudara-saudara ini tidak monoton”, jelas Endra.

Disamping melestarikan seni budaya warisan bangsa yaitu pencak silat, keberadaan Krida Satria Tama menunjukkan SH Terate juga melestarikan seni budaya Reyog Ponorogo. Dengan keberadaannya, diharapkan bisa makin menumbuhkan kecintaan para warga terhadap seni Reyog Ponorogo. Selain itu, hal ini juga menjadi kesempatan untuk berkegiatan bersama disela-sela rutinitas latihan bela diri pencak silat.

Para anggota paguyuban seni Reyog Krida Satria Tama saat berlatih bersama di kompleks Padepokan Agung SH Terate Pusat Madiun – Hum

Selama hampir dua tahun terbentuk, Krida Satria Tama kini telah memiliki sebanyak 90 orang anggota. Sebagai personel, mereka telah melengkapi kebutuhan penari hingga pemain karawitan. Tak hanya itu, dari segi peralatan dan properti seni seperti dhadhak merak, instrumen karawitan, hingga kostum juga telah dimiliki secara lengkap.

Paguyuban seni reyog Krida Satria Tama memiliki kegiatan rutin latihan bersama yang digelar setiap Jum’at malam yang bertempat di Gedung Graha Wira Budaya maupun Gedung Krida Satria Tama. Secara eksplisit Endra menjelaskan bahwa Krida Satria Tama menargetkan untuk bisa mengikuti Festival Nasional Reyog Ponorogo yang diselenggarakan setiap tahunnya di Ponorogo. Namun karena pandemi dan event tersebut urung juga dilaksanakan, maka Endra menegaskan bahwa sementara ini ia dan rekan-rekan hanya ingin mengabdi pada pelestarian seni. – Hum

  • Bagikan