Perbedaan Dalam Sambung Bukan Permusuhan, SH Terate Ajarkan Persaudaraan dan Introspeksi Diri

Foto : Perbedaan Dalam Sambung Bukan Permusuhan, SH Terate Ajarkan Persaudaraan dan Introspeksi Diri, Senin (11/5). 

MADIUN I shterate.or.id – Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) mengajarkan bahwa sambung antar siswa bukan sekadar latihan fisik dan juga bukan permusuhan, melainkan sarana untuk belajar memahami diri sendiri serta mempererat nilai persaudaraan di dalam organisasi.

Kangmas KRA. Anang Sastro, Loyalis SH Terate Pusat Madiun mengatakan bahwa sambung dalam latihan sejatinya menjadi media untuk bercermin dan mengevaluasi kemampuan diri, bukan untuk mencari siapa yang paling kuat.

“Dalam sambung, kita diajarkan menjadikan saudara sendiri sebagai kaca untuk bercermin. Dari situ kita belajar melihat kekurangan diri, melatih kesabaran, dan belajar menghargai kemampuan orang lain,” ujarnya, Senin (11/5).

Menurutnya, setiap siswa harus memahami bahwa perbedaan kemampuan, pendapat, maupun cara berpikir merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berubah menjadi permusuhan ataupun perpecahan.

“Dalam berorganisasi, perbedaan itu sangat wajar. Tapi jangan dijadikan permusuhan. Justru perbedaan harus menambah wawasan dan memperkuat persaudaraan,” kata Kangmas Anang Sastro yang dikenal sebagai loyalis Pusat Madiun.

Ia menjelaskan bahwa nilai tersebut telah diajarkan sejak awal menjadi siswa di SH Terate, termasuk melalui tradisi berjabat tangan setelah sambung selesai dilaksanakan. Menurutnya, jabat tangan memiliki makna bahwa tidak ada dendam ataupun kebencian setelah latihan berlangsung.

“Setelah sambung selesai, kita berjabat tangan. Itu simbol bahwa semua tetap saudara. Tidak ada rasa iri, dendam, ataupun ingin bermusuhan. Yang ada hanyalah rasa saling menghormati,” jelasnya.

Kangmas Anang Sastro menegaskan bahwa ajaran SH Terate menempatkan persaudaraan di atas segalanya. Kemampuan bela diri bukan untuk disombongkan, melainkan sebagai sarana membentuk manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta mampu menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

Ia berharap seluruh siswa dan warga SH Terate tetap menjaga ajaran yang diwariskan para sesepuh, serta menjadikan setiap perbedaan sebagai kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan menjaga keutuhan organisasi.

  • Reporter : Kominfo-Pusat/Toni.