Foto : Menjadi Warga Bukan Alasan Merubah Adat Saat Masih Menjadi Siswa “Saling Membantu, dan Saling Menjaga Persaudaraan”, Senin (11/5).
MADIUN I shterate.or.id – Dalam ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), seorang siswa sejak awal selalu diajarkan tentang pentingnya kebersamaan dan rasa persaudaraan. Tidak ada perbedaan satu dengan yang lain karena semua dipandang sebagai saudara yang harus saling menghormati, saling membantu, dan saling menjaga dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, siswa SH Terate juga diajarkan untuk selalu taat dan hormat kepada pelatih maupun warga yang memberikan tuntunan. Sikap hormat tersebut menjadi bagian dari pendidikan budi pekerti luhur agar setiap siswa memiliki tata krama, etika, dan unggah-ungguh dalam bersikap kepada siapa pun.
Dalam proses latihan, ajaran SH Terate tidak hanya menekankan kemampuan fisik, tetapi juga pembentukan mental dan kepribadian. Seorang siswa diajarkan menjadi pribadi yang sabar, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu mengendalikan diri dalam menghadapi setiap persoalan kehidupan.
Nilai luhur berbudi pekerti, tahu benar dan salah, menjadi dasar utama dalam ajaran SH Terate.
“Seorang warga diharapkan mampu membedakan perbuatan baik dan buruk, serta selalu mengedepankan sikap rendah hati, jujur, dan tidak menyalahgunakan kemampuan yang dimiliki terutama harus mengedepankan persaudaraan.
Menurut K.R.A Anang Sastro, adat istiadat dan ajaran yang diwariskan para pelatih dan sesepuh SH Terate merupakan pedoman hidup yang harus dijaga bersama. Nilai-nilai tersebut lahir dari perjalanan panjang para pendiri dalam membentuk persaudaraan yang kuat dan penuh ketulusan.
Ia menegaskan bahwa setelah menjadi warga, seseorang tidak seharusnya mengubah ajaran yang sudah diwariskan. Seorang warga justru memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan meneruskan ajaran tersebut agar tetap sesuai dengan tuntunan organisasi dan tidak melenceng dari nilai luhur SH Terate.
“Menjadi warga SH Terate bukan akhir dari sebuah proses belajar, melainkan awal untuk mengamalkan ajaran dalam kehidupan bermasyarakat. Sikap sederhana, menghormati sesama, menjaga nama baik organisasi, dan menjunjung persaudaraan harus tetap dipegang teguh di mana pun berada,”tambahnya.
Dengan tetap menjaga adat istiadat dan ajaran yang diwariskan, kata Anang Sastro, para diharapkan seluruh warga SH Terate mampu menjadi insan berbudi luhur yang membawa manfaat bagi masyarakat. “Persaudaraan yang kokoh, kerukunan, serta sikap saling menghormati menjadi kekuatan utama dalam menjaga keutuhan ajaran SH Terate dari generasi ke generasi,” tandasnya.
- Reporter : Kominfo-Pusat/JK.












