Foto : PSHT Pusat Madiun Matangkan Pemusatan Latihan, Bidik Lolos Pra PON dan Prestasi Terbaik di PON, Minggu (9/8/2026).
MADIUN I shterate.or.id – Departemen Pencak Silat Prestasi, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun terus mematangkan pembinaan dan peningkatan prestasi atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi berbagai agenda kejuaraan tingkat nasional dan daerah.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Departemen Pencak Silat Prestasi PSHT yang digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026, bersama Kangmas Brigjen TNI (Purn.) Widjang Pranjoto, bertempat di Graha Krida Budaya JL. Merak 17 Kambangan Kidul, Manguharjo Kota Madiun, Minggu (9/8/2026).
Rapat Koordinasi kali ini, diikuti sebanyak 22 peserta yang terdiri atas 12 atlet serta 10 orang tim manajer dan pelatih. Rapat secara khusus membahas strategi peningkatan kualitas atlet, pemusatan latihan, kesiapan fisik dan mental, hingga persiapan menghadapi Pra PON, PON, Seleksi Daerah (Selekda), Indonesia Open, serta POPDA Jawa Timur.
Pemusatan Latihan Agustus – Oktober:
Salah satu agenda utama yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan pemusatan latihan yang direncanakan berlangsung selama Agustus hingga Oktober 2026.
Pemusatan latihan direncanakan dilaksanakan secara rutin setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu, dengan KONI Jawa Timur sebagai salah satu lokasi yang diupayakan menjadi tempat latihan.
Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan teknik dan taktik, tetapi juga memperkuat kondisi fisik, mental, kedisiplinan, serta kesiapan bertanding para atlet. “Target utama yang dicanangkan adalah sebanyak mungkin atlet mampu lolos Pra PON, kemudian melanjutkan perjuangan untuk meraih prestasi terbaik pada ajang PON mendatang, ” terang Kangmas Brigjen TNI (Purn.) Widjang Pranjoto.

Untuk memastikan program berjalan terukur, kata Kangmas Sidang, Kepala Pelatih dan Wakil Kepala Pelatih diminta segera menyusun program latihan yang kemudian dikoordinasikan dan dilaporkan kepada Tim Manajer.
Delapan Atlet Dipanggil Seleknas:
Dalam rapat juga disampaikan bahwa terdapat delapan atlet SH Terate yang mendapat panggilan mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas). Para atlet tersebut berasal dari wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bengkulu.
Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam pengembangan prestasi atlet SH Terate. Keberadaan atlet yang masuk dalam agenda seleksi nasional diharapkan dapat menjadi motivasi sekaligus bagian dari proses peningkatan kualitas pembinaan secara berkelanjutan.
Selain itu, atlet Jawa Timur juga didorong untuk meningkatkan profiling melalui keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan tingkat nasional. Pengalaman bertanding di tingkat nasional dinilai penting untuk memperkuat mental bertanding sekaligus menambah rekam prestasi atlet.
Kondisi Fisik Menjadi Perhatian Utama:
Peningkatan kondisi fisik menjadi salah satu fokus utama dalam pemusatan latihan.
Pada latihan pertama, para atlet akan menjalani tes VO₂ Max untuk memperoleh gambaran awal kondisi fisik masing-masing atlet. Setelah itu, evaluasi akan dilanjutkan dengan pengujian komponen fisik lainnya, termasuk agility atau kelincahan, serta aspek pendukung lainnya.
Tim pelatih juga diminta melakukan pemantauan secara menyeluruh untuk memastikan tidak terdapat persoalan fisik maupun kendala lain yang dapat menghambat proses persiapan atlet. Atlet juga tetap diwajibkan menjaga latihan mandiri di luar jadwal pemusatan latihan. Hal ini dinilai penting karena peningkatan prestasi tidak cukup hanya mengandalkan latihan bersama, tetapi membutuhkan konsistensi dan kedisiplinan individu setiap atlet.
Persiapan Selekda Menuju Tim Jawa Timur:
Persiapan menuju Selekda yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026 juga menjadi perhatian serius.
Tim pelatih diharapkan mulai melakukan pemetaan dan evaluasi atlet sejak sekarang. Targetnya, pada Desember mendatang sudah terbentuk komposisi Tim Jawa Timur yang siap melanjutkan tahapan menuju PON.
Atlet diingatkan untuk tidak terlena dengan pencapaian yang telah diraih sebelumnya. Persaingan menuju PON sangat ketat sehingga setiap atlet dituntut menjaga konsistensi, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan diri secara maksimal.
“PON merupakan kompetisi dengan persaingan yang sangat ketat. Hasil tidak bisa dipastikan sejak awal. Setiap atlet mempunyai peluang untuk meraih prestasi dan medali apabila dipersiapkan secara maksimal,” menjadi salah satu penekanan dalam pembahasan rapat, lanjut Kangmas Widjang.
Finalisasi Kelas dan Pendampingan Atlet:
Kangmas Rifai dalam penyampaiannya menekankan pentingnya segera melakukan finalisasi kelas pertandingan seluruh atlet. Khusus atlet bernama Ilyas, kelas pertandingan diarahkan untuk segera difinalisasi pada Kelas B. Selain itu, dalam agenda Indonesia Open, IPSI Jawa Timur akan mengirimkan atlet untuk bertanding. Karena itu, perlu dipastikan adanya pelatih dari SH Terate yang dapat memberikan pendampingan kepada atlet selama mengikuti kejuaraan.
Pendampingan kolektif juga diperlukan dalam kegiatan Selekda agar koordinasi antara atlet, pelatih, dan tim dapat berjalan dengan baik. Apabila terdapat persoalan atau protes terkait atlet Ilyas, tindak lanjut akan dilakukan melalui surat resmi sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Try Out Atlet Utama dan Remaja:
Sebagai bagian dari evaluasi kesiapan, Departemen Pencak Silat Prestasi juga merencanakan program try out. Untuk atlet utama, alternatif yang menjadi bahan pembahasan adalah mengikuti Piala KONI atau Piala Panglima TNI. Sementara bagi atlet remaja, try out direncanakan berlangsung pada Agustus atau September 2026 sebagai bagian dari pembinaan dan persiapan menghadapi POPDA Jawa Timur.
Try out diharapkan menjadi sarana untuk mengukur kesiapan atlet, menambah pengalaman bertanding, serta mengevaluasi hasil program latihan sebelum menghadapi kompetisi resmi.
Penguatan Pembinaan Atlet PSHT:
Kangmas Bayu menegaskan bahwa pemusatan latihan ini merupakan salah satu formula pembinaan yang dilaksanakan tahun ini sehingga perlu mendapatkan perhatian bersama, baik dalam pelaksanaan maupun evaluasinya.
Seluruh atlet diharapkan tidak hanya mengandalkan hasil yang telah dicapai, tetapi terus meningkatkan kemampuan melalui latihan yang disiplin dan konsisten.
Tim pelatih juga diharapkan melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan atlet, mulai dari kondisi fisik, teknik, taktik, mental, hingga kesiapan menghadapi persaingan.
“Seluruh atlet, pelatih dan pengurus harus bersama-sama berjuang demi SH Terate,” menjadi semangat yang ditekankan dalam program pembinaan tersebut.
Pendanaan dan Dukungan Organisasi:
Untuk mendukung seluruh rangkaian program, kebutuhan pendanaan akan diajukan kepada Ketua Umum. Pelaksanaan program selanjutnya menyesuaikan dengan proses pengajuan dan persetujuan pendanaan.
Sementara itu, terkait adanya pelatih yang tidak dipanggil oleh pihak provinsi, Pengurus Pusat diharapkan dapat membantu memperjuangkan kepentingan pelatih tersebut melalui komunikasi, koordinasi, maupun surat resmi sesuai mekanisme organisasi.
Dengan berbagai program tersebut, Departemen Pencak Silat Prestasi PSHT menargetkan adanya peningkatan kualitas atlet secara menyeluruh. Bukan hanya mengejar jumlah atlet yang lolos ke tahapan Pra PON dan PON, tetapi juga membangun atlet yang memiliki kesiapan fisik, teknik, taktik, mental, pengalaman bertanding, serta rekam prestasi yang kuat.
Program pemusatan latihan Agustus – Oktober 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan atlet PSHT Pusat Madiun dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama SH Terate di tingkat regional maupun nasional.
- Reporter : Kominfo/Joko.
- Editor : KRA. Anang Sastro.












