Foto : Kangmas Ir. Tono Suharyanto Ketua Harian Daerah Khusus Pusat (DKP) Madiun, Jumat (02/10).
MADIUN I shterate.or.id – Pasca kerusuhan sekelompok yang mengaku sebagai warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) sepekan lalu, kini situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kelurahan Nambangan Kidul Kota Madiun kini kembali kondusif. Ini disampaikan secara langsung Kangmas Ir. Tono Suharyanto.
Ketua Harian Daerah Khusus Pusat (DKP) Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Madiun, Kangmas Ir. Tono Suharyanto, menegaskan kondisi tersebut harus dipertahankan bersama. Masyarakat diharapkan dapat kembali beraktivitas dengan nyaman tanpa adanya gangguan keamanan.
Menurut Kanasmas Tono Suharyanto (Ketua Harian Daerah Khusus Pusat (DKP)_red), kondusivitas tersebut tidak terlepas dari koordinasi dan kesepakatan bersama dalam rapat koordinasi ketertiban dan keamanan yang melibatkan Forkopimda Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan hingga Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Alhamdulillah pengamanan kemarin berjalan cukup baik. Hal-hal yang tidak kita inginkan, termasuk terjadinya konflik terbuka, bisa dicegah sehingga tidak terjadi gangguan terhadap ketertiban dan krmanan di Madiun,” ujar Kangmas Tono, Jumat (3/10/2026).
Ia menilai keberhasilan pengamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi merupakan hasil dari komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Di sisi lain, Kangmas Tono memastikan aktivitas organisasi SH Terate kembali berjalan seperti biasa. Kegiatan di tingkat pusat, cabang, ranting hingga rayon tetap dilaksanakan, terutama latihan dan pembinaan siswa.
“Karena kegiatan ini sudah kembali rutin kita laksanakan, maka kegiatan di cabang, ranting maupun rayon kembali kepada aktivitas seperti biasa. Kita mengadakan latihan-latihan pembinaan kepada para siswa dalam rangka mendidik mereka menjadi manusia yang berbudi luhur,” jelasnya.
Antisipasi Trauma Warga:
Persoalan keamanan, menurut Kangmas Tono Suharyanto, tidak hanya menyangkut kegiatan organisasi, tetapi juga menyangkut rasa aman masyarakat yang tinggal di sekitar Padepokan Agung SH Terate Madiun.
Ia mengungkapkan, pihaknya telah beberapa kali berkomunikasi dengan masyarakat sekitar. Pengalaman kericuhan pada 2019 masih menjadi trauma bagi sebagian warga.
“Secara prinsip mereka berharap kejadian yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, khususnya tahun 2019, tidak terjadi lagi. Itu menjadi trauma tersendiri bagi masyarakat lingkungan Padepokan Agung,” katanya.
Karena itu, Pengurus pusat SH Terate terus melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan pihak terkait untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang tidak di inginkan terjadi.
“Kita mengupayakan dengan berbagai koordinasi dengan aparat terkait agar hal-hal yang kita khawatirkan, seperti kejadian tahun 2019, bisa kita antisipasi dengan sebaik-baiknya,” tegas Kangmas Tono.
Bagi SH Terate, kata Kangmas Tono, situasi kondusif bukan sekadar persoalan keamanan, melainkan prasyarat agar masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dan organisasi dapat kembali fokus pada tujuan pembinaan.
“Madiun harus tetap damai, masyarakat harus nyaman, dan seluruh pihak wajib menghormati serta menjalankan kesepakatan yang telah dibuat bersama,” tandasnya.
- Editor : KRA. Anang Sastro.












