Brigjen TNI (Purn) Widjang Pranjoto Beri Apresiasi Kejuaraan Piala Rektor Airlangga Cup VIII 2026

Foto : Brigjen TNI (Purn) Widjang Pranjoto Apresiasi saat sambutan di Kejuaraan Piala Rektor Airlangga Cup VIII 2026, Minggu (12/7/2026). 

SURABAYA I shterate.or.id – Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun kembali menggelar The 8th National Terate Airlangga Pencak Silat Tournament (Piala Rektor Airlangga Cup VIII) tahun 2026. Kejuaraan ini sebagai ajang pembinaan atlet sekaligus memperkuat persaudaraan pesilat dari berbagai daerah di Indonesia.

Kejuaraan pencak silat tingkat nasional tersebut berlangsung mulai tanggal 8 hingga 12 Juli 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Kampus MERR-C UNAIR, Surabaya. Kejuaraan ini diikuti lebih dari 800 atlet yang berasal dari 31 kontingen mewakili lima provinsi di Indonesia, dengan kategori peserta mulai tingkat SD, SMP, SMA/sederajat hingga mahasiswa. Adapun kegiatan berjalan lancar dan sukses, Minggu (12/7/2026).

Rektor UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., dalam sambutannya menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar arena kompetisi untuk meraih medali, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda melalui nilai-nilai luhur pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

“Pencak silat bukan hanya sebuah olahraga prestasi, tetapi juga merupakan warisan budaya bangsa yang mengajarkan nilai-nilai luhur, seperti disiplin, sportivitas, ketangguhan, keberanian, serta penghormatan kepada sesama,” ujar Prof. Madyan.

Menurutnya, melalui penyelenggaraan Airlangga Cup VIII, UNAIR berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang sehat, berkarakter, memiliki semangat juang tinggi, serta mampu menjaga nilai-nilai persaudaraan yang menjadi ruh pencak silat Indonesia.

Rektor juga berpesan kepada seluruh atlet agar menjadikan setiap pertandingan sebagai sarana belajar dan mengembangkan diri dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.
“Menang dan kalah adalah bagian dari kompetisi. Namun karakter tangguh, pantang menyerah, dan menjunjung fair play merupakan kemenangan yang sesungguhnya. Selamat bertanding, raih prestasi terbaik, dan teruslah mengharumkan nama pencak silat Indonesia,” pesannya.

Kejuaraan nasional ini mendapat sambutan antusias dari berbagai perguruan pencak silat dan masyarakat. Selain menjadi ajang pembinaan atlet usia dini hingga mahasiswa, kompetisi tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan antarperguruan, antardaerah, serta memperkuat persatuan insan pencak silat di Indonesia.

Sementara itu, Brigjen TNI (Purn) Widjang Pranjoto, selaku Ketua II Bidang Teknik Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun, menyampaikan apresiasi atas konsistensi UKM PSHT UNAIR dalam menyelenggarakan kejuaraan nasional yang telah memasuki penyelenggaraan kedelapan.

Menurutnya, Airlangga Cup bukan hanya menjadi ajang pencarian bibit atlet berprestasi, tetapi juga menjadi media untuk memperkokoh nilai-nilai persaudaraan yang selama ini menjadi filosofi utama pencak silat.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Universitas Airlangga dan UKM PSHT UNAIR yang terus menjaga keberlangsungan kejuaraan ini. Semoga kegiatan seperti ini mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus membangun karakter pesilat yang berbudi pekerti luhur, rendah hati, serta menjunjung tinggi persaudaraan di atas segala perbedaan,” ungkapnya.

Dengan terselenggaranya Piala Rektor Airlangga Cup VIII, Universitas Airlangga kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mendorong prestasi akademik, tetapi juga aktif melestarikan budaya bangsa melalui olahraga pencak silat serta memperkuat semangat persatuan, sportivitas, dan persaudaraan di kalangan generasi muda Indonesia.

  • Reporter : Timsus-Joko. 
  • Editor : KRA. Anang Sastro.