Foto : Muhammad Al Ghifari Menjadi Bintang Muda Pencak Silat Nasional 2026, Minggu (12/7/2026).
MADIUN I shterate.or.id – Di balik kesederhanaan Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, lahir seorang pesilat muda yang terus mencuri perhatian di berbagai kejuaraan bergengsi. Dialah Muhammad Al Ghifari, atlet binaan PSHT Ranting Dolopo DKP Madiun yang kini menjadi salah satu talenta paling menjanjikan di dunia pencak silat Indonesia.
Remaja yang tercatat sebagai siswa SMAN 1 Dolopo itu tinggal di RT 01 RW 01, Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun. Di usianya yang masih muda, Al Ghifari telah mengoleksi sederet prestasi yang menunjukkan konsistensi dan mental juara.
Perjalanan prestasinya dimulai pada 2024 dengan meraih Juara 2 Kejurprov Jawa Timur Remaja, kemudian menyabet Juara 1 Bupati Cup Antar Pelajar, serta Juara 1 SMAN 1 Nglames Open Se-Karesidenan Madiun. Memasuki 2025, performanya semakin matang.
Ia sukses mempertahankan dominasinya dengan meraih Juara 1 Kejurprov Remaja Jawa Timur dan kembali menjadi Juara 1 Bupati Cup Antar Pelajar, membuktikan bahwa pencapaiannya bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari latihan yang disiplin dan kerja keras.
Puncaknya terjadi pada 2026 ketika Muhammad Al Ghifari berhasil berdiri di podium tertinggi sebagai Juara 1 Kejuaraan Nasional Piala Rektor Airlangga Cup VIII. Kejuaraan nasional yang digelar Universitas Airlangga tersebut diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi salah satu ajang bergengsi pembinaan atlet pencak silat nasional.
Keberhasilan tersebut semakin menegaskan bahwa pesilat asal Dolopo ini memiliki kualitas untuk bersaing di level nasional. Ketenangan bertanding, teknik yang matang, serta semangat pantang menyerah menjadi ciri khas penampilannya di setiap pertandingan.
Kesuksesan Al Ghifari tidak lepas dari dukungan kedua orang tuanya, Taufik Pujoanto dan Sumiarsih, yang selama ini selalu memberikan motivasi dan doa dalam setiap langkah perjuangannya. Dukungan keluarga berpadu dengan pembinaan dari PSHT Ranting Dolopo menjadi fondasi kuat yang mengantarkan dirinya menuju berbagai prestasi.
Bagi Al Ghifari, setiap medali bukan sekadar simbol kemenangan, tetapi juga bentuk tanggung jawab untuk menjaga nama baik keluarga, sekolah, daerah, dan Persaudaraan Setia Hati Terate. Semangat itu membuatnya terus berlatih dan tidak cepat puas dengan pencapaian yang telah diraih.
Dengan rekam jejak prestasi yang terus meningkat dari tingkat daerah, provinsi hingga nasional, Muhammad Al Ghifari kini dipandang sebagai salah satu aset masa depan pencak silat Jawa Timur terutama di organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun.
- Editor : K.R.A. Anang Sastro.












