Kangmas Hari Wuryanto Resmi Tutup Bupati CUP 2026, Konsisten Rawat Pencak Silat dan Siapkan Atlet Menuju Porseni Jatim

Foto : Kangmas Hari Wuryanto saat Tutup Bupati CUP 2026, Minggu (08/11/2026).

MADIUN I shterate.or.id  –  Konsisten merawat pencak silat dan siapkan atlet menuju Porseni Jawa Timur, Kangmas Hari Wuryanto, Bupati Kabupaten Madiun terus memperkuat pembinaan kepada para atlet melalui Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup Antar-Pelajar se-Kabupaten Madiun Tahun 2026 tingkat SD/MI dan SMP/MTs.

Kompetisi yang berlangsung selama tiga hari, 3–5 November 2026, resmi ditutup Bupati Madiun, Kangmas Hari Wuryanto, didampingi Wakil Bupati Purnomo Hadi, di Gedung Korpri Kabupaten Madiun, Kamis tanggal 5 November 2026.

Penutupan kejuaraan ini bukan sekadar mengakhiri rangkaian pertandingan, tetapi juga menjadi momentum menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun prestasi olahraga sekaligus melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

Bupati Madiun, Kangmas Hari Wuryanto menegaskan bahwa Bupati Cup merupakan salah satu langkah strategis untuk mempersiapkan atlet-atlet muda Kabupaten Madiun agar mampu bersaing pada kompetisi yang lebih tinggi.

Para atlet pelajar yang berhasil meraih juara akan dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Madiun dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Provinsi Jawa Timur.

Pemerintah Kabupaten Madiun juga berkomitmen memberikan penghargaan kepada atlet yang berhasil membawa pulang medali emas.

“Yang juara-juara akan kita kirim untuk mengikuti Porseni ke Jawa Timur. Karena itu, saya minta adik-adik terus berlatih, menjaga disiplin, dan meningkatkan kemampuan. Jika nanti bisa membawa medali emas dari Porseni Provinsi Jawa Timur, insyaallah akan mendapatkan reward dari Pemerintah Kabupaten Madiun,” tegas Hari Wuryanto, Minggu (08/11/2026).

Selain mendorong prestasi olahraga, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. Ia berharap setiap kecamatan di Kabupaten Madiun turut mengembangkan potensi pencak silat, termasuk kategori seni, agar dapat ditampilkan dalam berbagai kegiatan di wilayah masing-masing.

Menurutnya, pencak silat harus berkembang secara seimbang, baik sebagai cabang olahraga prestasi maupun sebagai seni budaya yang mengandung nilai-nilai luhur.

Ada hal menarik dari sosok Kangmas Hari Wuryanto dalam momentum kejuaraan tersebut. Sebagai warga SH Terate, Kangmas Hari Wuryanto tetap konsisten menempatkan nilai-nilai persaudaraan, kedisiplinan, budi pekerti, dan pengabdian sebagai bagian penting dalam kehidupan.

Perjalanan pengabdian dari SH Terate hingga dipercaya memimpin Kabupaten Madiun menunjukkan bahwa nilai-nilai organisasi dan ajaran luhur tidak semestinya berhenti pada lingkungan perguruan. Nilai tersebut justru harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk dalam pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan daerah.

Perhatiannya terhadap pembinaan pencak silat pelajar menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana olahraga bela diri ini tidak hanya dipandang sebagai ajang adu kemampuan, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter generasi muda.

Dalam pesannya kepada para pelajar, Kangmas Hari Wuryanto mengingatkan bahwa kedisiplinan, semangat pantang menyerah, serta sikap hormat kepada orang tua, guru, dan pelatih merupakan nilai yang harus terus dijaga.

Ia menegaskan, prestasi tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan proses latihan yang konsisten, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar.

Pesan tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang selama ini menjadi bagian dari pendidikan SH Terate, yakni membentuk manusia berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta mampu menempatkan diri dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Madiun menyerahkan hadiah kepada para juara. Seluruh peserta juga menerima sertifikat sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dan perjuangan mereka selama mengikuti kejuaraan.

Melalui Bupati Cup Pencak Silat 2026, Pemkab Madiun berharap lahir generasi atlet yang tidak hanya mampu mengukir prestasi di gelanggang pertandingan, tetapi juga memiliki karakter kuat, menjunjung sportivitas, menjaga persaudaraan, dan melestarikan keluhuran budaya pencak silat.

Dari perjalanan pengabdian di SH Terate hingga menjadi Bupati Madiun, Kangmas Hari Wuryanto memberikan pesan bahwa jabatan dan kedudukan bukan alasan untuk meninggalkan nilai-nilai persaudaraan. Sebaliknya, semakin besar amanah yang diemban, semakin besar pula tanggung jawab untuk mengabdi kepada sesama.

  • Reporter : KRA. Anang Sastro.