Merajut Persaudaraan, Kangmas Anang Jhuswandi Kordep V, Serukan “Wayahe Semut Ireng Mudal” Demi Keutuhan SH Terate

Foto : Kangmas Anang Jhuswandi Kordep V, saat berfoto bersama Loyalis SH Terate, Sabtu (27/10/2026). 

MADIUN I shterate.or.id – Merajut persaudaraan demi menjaga keutuhan dan kejayaan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun menjadi komitmen penting dalam menghadapi dinamika organisasi di tengah perkembangan era digital. Semangat tersebut ditegaskan oleh KORDEP V Departemen Komunikasi Digital (Komdigi) dan Departemen Humas SH Terate, Kangmas Anang Jhuswandi, S.H., M.H.

Dalam pertemuan yang dihadiri para loyalis SH Terate dari berbagai daerah, antara lain dari Kabupaten Pati, Lamongan, Jombang, Blitar, dan Kabupaten Ponorogo, Kangmas Anang menyampaikan sejumlah hal strategis terkait penguatan persaudaraan, soliditas organisasi, serta kesiapan menghadapi tantangan komunikasi di era digital terutama menyikapi isu tangal 28 Oktober 2026 mendatang.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan seruan, “Wayahe Semut Ireng Mudal.” Ungkapan ini menjadi penekanan penting dalam mendorong kesadaran bersama agar seluruh elemen persaudaraan tetap waspada, memperkuat komunikasi, dan mengambil langkah antisipatif terhadap potensi persoalan yang dapat mengganggu keutuhan organisasi.

Menurut semangat yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, menjaga keutuhan SH Terate tidak cukup hanya dengan mengandalkan ikatan emosional antar sesama warga. Akan tetapi juga diperlukan komunikasi yang terarah, kedewasaan dalam menyikapi perbedaan, serta kepatuhan terhadap aturan organisasi.

Seruan “Wayahe Semut Ireng Mudal” menjadi momentum untuk membangun kesiapsiagaan bersama. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, setiap informasi perlu disikapi secara cermat, sedangkan potensi kesalahpahaman harus diantisipasi melalui klarifikasi dan komunikasi yang bertanggung jawab.

Kesiapsiagaan tersebut bukan dimaknai sebagai ajakan untuk berkonfrontasi, melainkan sebagai dorongan agar warga SH Terate mampu menjaga marwah organisasi, meredam potensi konflik, dan mengedepankan langkah yang terukur ketika menghadapi persoalan.

Peran komunikasi digital antara kehumasan dan para loyalis pun menjadi semakin strategis. Informasi yang belum terverifikasi tidak seharusnya langsung disebarluaskan, terlebih jika berpotensi memicu kesalahpahaman di antara warga maupun menimbulkan keresahan di masyarakat.

Kangmas Anang Jhuswandi, menekankan bahwa persaudaraan merupakan fondasi utama SH Terate. Persaudaraan harus tumbuh melampaui perbedaan latar belakang, kedudukan, maupun pandangan, dengan berlandaskan sikap saling menghormati, menyayangi, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, keutuhan organisasi perlu dijaga melalui musyawarah, penghormatan terhadap aturan, serta penyelesaian persoalan secara bijaksana. Perbedaan pandangan semestinya tidak menjadi alasan untuk merusak tali persaudaraan yang telah dibangun oleh para pendahulu.

“Merajut persaudaraan demi keutuhan dan kejayaan SH Terate” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Setiap warga memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik organisasi, baik melalui perilaku sehari-hari, prestasi pencak silat, maupun pengabdian sosial kepada masyarakat.

Dalam perkembangan organisasi saat ini, ruang digital menjadi salah satu medan penting dalam membangun persepsi publik, menyampaikan informasi, sekaligus menjaga hubungan antarsesama warga.

Karena itu, penguatan peran Komdigi dan Humas harus diarahkan pada penyampaian informasi yang akurat, komunikasi yang menyejukkan, serta kemampuan merespons persoalan secara cepat tanpa mengabaikan verifikasi.

Langkah tersebut penting agar informasi tidak berkembang menjadi kabar simpang siur yang berpotensi memperlebar perbedaan. Sebaliknya, teknologi digital harus dimanfaatkan sebagai sarana mempererat persaudaraan, memperluas kontribusi positif, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap SH Terate.

Kejayaan organisasi tidak semata-mata diukur dari besarnya jumlah warga atau luasnya jaringan persaudaraan, tetapi juga dari kemampuan menjaga nilai-nilai luhur, membangun prestasi, dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

Melalui pertemuan lintas daerah tersebut, semangat persaudaraan kembali ditekankan sebagai pijakan menghadapi berbagai dinamika organisasi. Seruan “Wayahe Semut Ireng Mudal” menjadi pengingat tentang pentingnya kesiapsiagaan, konsolidasi, dan tanggung jawab bersama.

Pada akhirnya, menjaga SH Terate bukan tentang siapa yang paling lantang menyuarakan persaudaraan, melainkan siapa yang mampu membuktikannya melalui sikap, tindakan, dan komitmen menjaga keutuhan.

“Persaudaraan harus tetap menjadi kekuatan pemersatu. Keutuhan dijaga dengan kedewasaan, sedangkan kejayaan diraih melalui prestasi, keteladanan, dan pengabdian,” tandadnya.

  • Reporter : Timsus Matra Terate. 
  • Editor : KRA. Anang Sastro.