Foto : Kangmas Brigjen TNI (Purn) Widjang Pranjoto Serahkan Buku Bela Diri Praktis Kepada Ketua Umum SH Terate Pusat, Jumat(05/9/2026).
MADIUN I shterate.or.id – Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Pusat Madiun terus melakukan penguatan kualitas pembelajaran melalui penyusunan dan standardisasi bahan ajaran di organisasi. Langkah tersebut ditandai dengan penyerahan Buku Materi Bela Diri Praktis SH Terate dalam Rapat Kerja Pusat yang digelar Jumat (5/9/2026) di Gedung Graha Krida Budaya, Padepokan Agung SH Terate, Jalan Merak No. 17, Kota Madiun, Jawa Timur.
Buku materi, (bahan ajaran) tersebut diserahkan secara langsung Ketua II Departemen Bela Diri Praktis SH Terate, Kangmas Brigjen TNI (Purn) Widjang Pranjoto, kepada Ketua Umum SH Terate, Kangmas Drs. R. Moerdjoko H.W. Prosesi penyerahan tersebut disaksikan langsung oleh Ketua Dewan Pusat SH Terate, Kangmas H. Issoebijantoro, S.H., sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam memperkuat sistem pembelajaran yang terarah, terukur, dan berkesinambungan.
Buku anjaran Bela Diri Praktis tersebut disusun sebagai pedoman resmi dalam proses pembelajaran Bela Diri Praktis SH Terate. Keberadaan buku bahan ajaran ini diharapkan mampu memberikan acuan yang sistematis bagi para pelatih dan warga SH Terate dalam melaksanakan proses pembelajaran di berbagai wilayah.
Tidak hanya untuk kebutuhan internal di Indonesia, penyusunan materi yang terstandar tersebut juga diproyeksikan menjadi pedoman pembelajaran bagi SH Terate di berbagai penjuru dunia.
Dengan adanya standar materi yang jelas, proses transfer ilmu diharapkan memiliki kesamaan arah dan kualitas, sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur, jati diri, serta prinsip persaudaraan yang menjadi landasan SH Terate.
Penyusunan hanjar ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan organisasi dalam meningkatkan kompetensi pelatih, kualitas pembelajaran, serta kesinambungan pewarisan ilmu kepada generasi penerus.
Di tengah perkembangan zaman, SH Terate berupaya memastikan bahwa warisan keilmuan bela diri tidak berhenti sebagai tradisi, tetapi terus dikembangkan melalui sistem pembelajaran yang relevan dan bertanggung jawab.
Modernisasi pembelajaran tersebut tetap ditempatkan dalam koridor nilai-nilai luhur organisasi. Artinya, pengembangan materi tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis bela diri, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat persaudaraan.
Dari Padepokan Agung SH Terate di Madiun, upaya menjaga kesinambungan keilmuan terus dilakukan. Ilmu diwariskan dengan sistem, kualitas diperkuat melalui standardisasi, persaudaraan dijaga, dan pengabdian diteruskan kepada generasi penerus SH Terate di Indonesia maupun di berbagai penjuru dunia.
- Reporter : KRA. AnangSastro.












