Di RSUD Dr. Soedono Madiun, Kangmas PW Widodo Bersama Walikota Madiun Kunjungi Para Korban Gesekan Antar Pesilat

  • Bagikan

MADIUN I shterate.or.id – Perwakilan dari dua organisasi yaitu, Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) dan Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo terlihat bersama dengan Walikota Madiun, Maidi telah menyambangi dua korban kesalah fahaman antar pesilat pada minggu lalu yang dirawat di RSUD Dr Soedomo Kota Madiun, Sabtu (10/9/2022).

Ikut dalam kegitan tersebut, terlihat Walikota Madiun, Drs. H. Maidi dan sejumlah jajaran pejabat teras Pemkot Madiun, Ketua SH Terate Daerah Khusus Pusat (DKP) Madiun, Kangmas Drs. PW Widodo yang juga selaku perwakilan pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) pusat, Rosi Pamuji selaku PH / Kuasa Hukum Alif salah satu pasian.

Saat dikonfirmasi, Walikota Madiun, Drs. H. Maidi mangatakan bahwa biaya pengobatan dua korban tersebut dirinya akan menanggung seluruhnya. Lebih lanjut dikatakan Maidi bahwa biaya yang di berikan tersebut adalah murni dari uang pribadinya. “Karena ini warga Kota Madiun, maka saya sebagai bapaknya anak-anak Kota Madiun, saya bantu tanggung jawab. Semua biaya pengobatan saya tutup”, kata Maidi usai menjenguk kedua korban yang dirawat di Kamar 115 dan di kamar 221 Paviliun Merpati, RSUD Dr. Soedono Madiun.

Pak Maidi, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa kejadian ini sudah sepatutnya menjadi pelajaran bagi seluruh pihak. Kesalahpahaman pribadi harus diselesaikan sendiri, jangan membawa nama perguruan atau organisasi. Sehingga tidak menimbulkan gesekan yang lebih besar. “Karena semua (korban_red) warga kota, maka saya bantu semua pendanaanya,” terangnya.

Total pengobatan yang dibayarkan sebesar Rp. 30.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah). Tak hanya membiayai seluruh pengobatan, orang nomor satu di Kota Madiun itu juga berjanji bakal membantu kesulitan-kesulitan yang dialami pihak korban. Maidi pada kesempatan itu juga berharap agar seluruh pendekar mampu terus menjaga keamanan dan kedamaian yang sudah tercipta saat ini. Jangan hanya karena satu dua oknum, justru memecah belah kerukunan yang sudah tercipta.

Sementara itu Ketua SH Terate Daerah Khusus Pusat (DKP) Madiun, Kangmas Drs. PW Widodo saat di konfirmasi dirinya mengatakan sangat prihatin, sebab Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) ini sudah berusia 100 tahun. Dan di usianya yang sudah tua ini, kata PW Widodo kita harus bisa koreksi diri dan harus bisa berbenah bersama.

Kangmas PW Widodo selain menghaturkan apresiasi tinggi kepada Walikota Madiun, juga mengucapkan terimakasih yang tak terhingga. Kejadian seperti ini mestinya menjadi koreksi diri masing – masing antar perguruan. Dan kami, khususnya dari perwakilan SH Terate, meski ini di luar kegiatan organisasi, tetap akan melakukan evaluasi dan pembenahan diri supaya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.

Sebagaimana diketahui bersama, kejadian awal adalah adanya warga yang sedang berkendara pulang bersama 3 rekannya dengan menaiki 2 sepeda motor, sekitar jam 2 pagi pada 3 September 2022, dilempar batu oleh orang tak dikenal di kisaran jalan Diponegoro. Hal ini kemudian menjadikan salah paham dan menjadikan adanya kejadian kedua pada malam berikutnya.

Saat ini kedua korban kesalahfahaman yang dirawat di kamar 151 dan di kamar 221 Paviliun Merpati di RSUD Dr. Soedomo Kota Madiun, sudah di perbolehan pulang kerumah masing-masing. Dan semoga kesalahpahaman ini tidak terjadi lagi di kemudian hari.

  • Reporter : Humas.
  • Editor : Anang Sastro
  • Bagikan