Tradisi Ziarah Makam Leluhur, Warga PSHT Taati Aturan Pemerintah

  • Bagikan

MADIUN I shterate.or.id – Ada yang berbeda dari era sebelum pandemi Covid-19, cara ziarah makam leluhur dan silaturahmi yang dilakukan olah para Warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Itu terlihat dari berbagai daerah dimasa pandemi Covid-19 sebelumnya para warga tersebut wajib melayangkan surat dari Cabang masing – masing yang di tujukan ke sekretariat PSHT Pusat, terang Ismu salah satu Sekretaris Cabang yang ada di wilayah Jawa Timur, Sabtu (23/10/2021).


Ismu juga mengatakan bahwa, itu semua dilakukan para warga PSHT di berbagai wilayah adalah bentuk ketaatan kepada aturan PSHT Pusat maupun aturan pemerintah setempat. Aktivitas ziarah makam pun juga dipantau langsung oleh tim panitia. sejauh ini kegiatan ziarah makam bisa berlangsung lancar dan damai.

“Sejauh ini masih sangat kondusif, para warga yang berziarah dan silaturahmi semua mematuhi aturan yang sudah disepakati bersama, yaitu dengan mentaati Protokol Kesehatan (Prokes). Disetiap Cabang tidak ada yang naik roda dua akan tetapi semua naik roda empat, “ujarnya.

Seperti dketahui, berziarah ke makam leluhur telah menjadi rutinitas tahunan atau tradisi pada malam 1 Suro atau Tahun Baru Islam 1 Muharram. Dan kegiatan tersebut selalu dihadiri ribuan pendekar SH Terate dari berbagai daerah.

Adapun tujuan para peziarah ada tiga makam pendiri perguruan SH Terate, antara lain yaitu makam Ki Hadjar Hardjo Utomo di TPU Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, makam kangmas RM Imam Koesoepangat di TPU Kelurahan Taman, Kecamatan Taman dan makam Kangmas Tarmadji Boedi Harsono di Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.(HUM).

  • Bagikan
Don`t copy text!