Foto : Mahasiswi Asal Papua Dipercaya Pimpin UKM Pencak Silat PSHT UWKS Periode 2026–2027, Minggu (6/9/2026).
SURABAYA I shterate.or.id – Perjalanan merantau dari Papua ke Surabaya untuk menempuh pendidikan membawa pengalaman baru bagi Elsa. Mahasiswi Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) angkatan 2024 itu kini dipercaya memimpin UKM Pencak Silat PSHT UWKS periode 2026–2027.
Kepercayaan tersebut ditetapkan melalui rapat tim formatur pemilihan Ketua UKM Pencak Silat PSHT UWKS pada 7 Agustus 2026. Tim formatur terdiri atas pendiri dan sejumlah mantan ketua UKM.
Penetapan Elsa menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan organisasi mahasiswa yang telah berdiri sejak 2001. Selama bergabung di UKM Pencak Silat PSHT UWKS, Elsa menjalani proses melalui latihan, pembelajaran organisasi, membangun persaudaraan, serta mengembangkan kemampuan diri.
Pendiri sekaligus Ketua UKM Pencak Silat PSHT UWKS periode 2001–2003, Kangmas Sutrisno Budi, S.H., M.H., menilai Elsa memiliki karakter yang sesuai untuk mengemban amanah kepemimpinan.
“Elsa memiliki karakter seorang pemimpin. Ia memiliki kemampuan, berpengetahuan luas, dan yang paling penting memiliki kemampuan untuk melayani,” ujar Kangmas Sutrisno, Minggu (6/9/2026).
Menurutnya, kepercayaan tersebut bukan hanya menjadi amanah bagi Elsa untuk membawa organisasi semakin maju, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan diri.
“Kami yakin PSHT UWKS akan semakin maju bersama Elsa. Kami juga berharap Elsa semakin berkembang melalui kesempatan dan pengalaman selama dipercaya menjadi ketua,” tambahnya.
Melanjutkan Estafet Regenerasi:
Senior angkatan 2001 sekaligus CEO Mitra Media Advertising, Mas Denny Martinus, juga melihat kepemimpinan Elsa sebagai bagian dari kesinambungan organisasi.
Menurut Denny, UKM Pencak Silat PSHT UWKS telah melewati perjalanan panjang bersama berbagai generasi mahasiswa dan turut membentuk banyak pribadi yang kemudian berprestasi di berbagai bidang.
“Saya percaya Elsa mampu melanjutkan estafet kepemimpinan tersebut dan menjaga tradisi PSHT UWKS sebagai organisasi yang terus berprestasi dan semakin maju,” kata Denny.
Ia berharap kepemimpinan baru tersebut mampu memperkuat regenerasi sekaligus melahirkan generasi mahasiswa yang memiliki prestasi, karakter, dan kemampuan organisasi.
Dinilai Berkembang dalam Proses:
Penilaian positif juga datang dari Elang, mantan Presiden BEM UWKS sekaligus senior, pelatih, dan mentor Elsa di UKM Pencak Silat PSHT UWKS.
Sebagai orang yang mendampingi Elsa dalam proses latihan dan organisasi, Elang menilai terdapat perkembangan yang cukup kuat dalam diri Elsa, tidak hanya dari sisi kemampuan, tetapi juga etika dan komunikasi.
“Elsa memiliki etika yang baik, kemampuan komunikasi yang bagus, bertanggung jawab, dan pandai bergaul dengan siapa pun. Kemampuan tersebut penting bagi seorang pemimpin,” tutur Elang.
Ia berharap amanah sebagai ketua dapat menjadi pengalaman penting bagi Elsa untuk semakin matang dalam menjalankan organisasi dan membangun komunikasi dengan seluruh anggota.
Dari Papua, Berproses dan Memimpin di Surabaya:
Terpilihnya Elsa menjadi Ketua UKM Pencak Silat PSHT UWKS menjadi gambaran bahwa proses pengembangan diri dapat berlangsung di mana saja. Datang dari Papua untuk menempuh pendidikan di Surabaya, Elsa menemukan ruang untuk belajar, berlatih, membangun persaudaraan, sekaligus mengembangkan kemampuan melalui organisasi kemahasiswaan.
Kini, di tengah perjalanan pendidikannya sebagai mahasiswa Fakultas Hukum UWKS, Elsa mendapat amanah untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi yang telah memiliki sejarah panjang sejak 2001.
Amanah tersebut bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi juga bagian dari proses regenerasi dan kesinambungan nilai organisasi. Elsa diharapkan mampu membawa UKM Pencak Silat PSHT UWKS terus berkembang, berprestasi, serta menjadi ruang pembentukan karakter bagi mahasiswa lintas daerah dan generasi.
Dari Papua menuju Surabaya, perjalanan Elsa kini memasuki babak baru: belajar memimpin, menjaga persaudaraan, dan membawa organisasi tumbuh bersama.
- Reporter : KRA. Anang Sastro.












