Pesan Kangmas Bagus Rizki Dinarwan Ketua IPSI Kota Madiun : Dari Madiun, semangat Persaudaraan, Kebersamaan dan Kedamaian

Foto : Kangmas Bagus Rizki Dinarwan Ketua IPSI Kota Madiun saat bersama Ketua Umum PSHW-TM, H.R. Agus Wiyono Santoso saat menghadir Apel Gelar Pasukan Aman Suro 2026, Senin (15/6/2026). 

MADIUN I shterate.or.id – Malam 1 Muharam merupakan momen yang sangat istimewa bagi umat Islam sekaligus menjadi tradisi yang memiliki nilai spiritual dan budaya yang kuat di masyarakat, khususnya di wilayah Madiun yang dikenal sebagai pusat berbagai perguruan pencak silat.

Pergantian tahun Hijriah bukan hanya sekadar pergantian kalender, tetapi juga menjadi saat untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat persaudaraan, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ini di sampaikan, Kangmas Bagus Rizki Dinarwan, S.Si., M.T,  Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Madiun saat menghadiri Apel Gelar Pasukan di Alun-alun Kabupaten Madiun, Senin (15/6/2026).

Dalam rangka Operasi Aman Suro 2026, Kata Kangmas Bagus Rizki Dinarwan, seluruh elemen masyarakat, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta keluarga besar perguruan pencak silat di Madiun memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga suasana yang aman, damai, dan kondusif.

“Kondisi yang aman bukan hanya berarti tidak adanya gangguan keamanan, tetapi juga terciptanya rasa nyaman, tenteram, dan saling menghormati di tengah kehidupan bermasyarakat,”terang Kangmas Bagus Rizki Dinarwan, S.Si., M.T., Ketua IPSI Kota Madiun sekaligus Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate).

Lebih lanjut, Kangmas Bagus Rizki Dinarwan, menyampaikan harapannya agar bulan Muharam, khususnya di wilayah Madiun dan Padepokan SH Terate, dapat berlangsung dengan aman dan kondusif. Harapan tersebut mencerminkan komitmen seluruh insan pencak silat untuk menjaga marwah organisasi dan menunjukkan bahwa pencak silat merupakan sarana pembentukan karakter luhur, bukan sarana untuk menimbulkan konflik.

Makna kondusif pada malam 1 Muharam juga mengandung semangat fastabiqul khairat, yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan. Setiap perguruan silat memiliki ajaran luhur yang mengedepankan budi pekerti, persaudaraan, disiplin, serta pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, momentum Muharam hendaknya dijadikan ajang untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Masyarakat tentu menginginkan suasana yang tenang sehingga dapat menjalankan aktivitas dan ibadah dengan nyaman. Ketenangan tersebut akan terwujud apabila seluruh pihak mampu menahan diri, menghormati perbedaan, dan mengedepankan dialog serta persaudaraan dalam menyelesaikan setiap persoalan. Semangat persatuan harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun golongan.

Kesepakatan seluruh pihak bahwa setiap tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban akan diproses sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga ketertiban umum. Dengan demikian, tidak ada ruang bagi oknum yang mencoba mencederai nilai-nilai luhur pencak silat maupun merusak suasana damai yang telah dibangun bersama.

“Malam 1 Muharam yang aman dan kondusif menjadi simbol kedewasaan masyarakat dalam menjaga persatuan, memperkuat kerukunan, dan membangun peradaban yang lebih baik. Dari Madiun, semangat persaudaraan, kebersamaan, dan kedamaian diharapkan dapat menjadi teladan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk berpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi demi terciptanya masyarakat yang harmonis, aman, dan sejahtera,”tandasnya.

  • Reporter : Kominfo-Pusat/Ang.