Digitalisasi Uji Kelayakan Calon Warga SH Terate: Membangun Standar Nasional, Menjaga Objektivitas, dan Menghapus Kekerasan dalam Pembinaan

Foto : Kangmas Brigjen (Purn) Widjang Pranjoto, Minggu (30/2026). 

MADIUN I shterate.or.id – Kapasitas organisasi yang besar menuntut sistem yang modern, objektif, dan terukur. Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) kini terus mendorong pemanfaatan aplikasi Uji Kenaikan Tingkat (UKT) dan Uji Kelayakan Calon Warga (UKCW) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan serta memperkuat integritas proses pengujian di wilayah Cabang di seluruh Dunia.

Ketua II Bidang Teknik Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Pusat Madiun, Kangmas Brigjen (Purn) Widjang Pranjoto, menyampaikan apresiasi kepada cabang-cabang yang sedang melaksanakan Uji Kelayakan Calon Warga pada hari ini. Dalam pesannya, ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa hasil terbaik bagi para siswa yang mengikuti proses pengujian.

“Selamat melaksanakan Uji Kelayakan Calon Warga bagi cabang yang hari ini melaksanakan. Teriring doa, Tuhan melancarkan semua kegiatan yang sedang berjalan,” ujarnya, Minggu (30/5/2026).

Menurut Kangmas Widjang Pranjoto, penggunaan aplikasi UKT/UKCW bukan sekadar transformasi administrasi, melainkan bagian dari upaya membangun sistem pembinaan yang lebih profesional dan akuntabel. Digitalisasi tersebut menghadirkan berbagai keuntungan, mulai dari standarisasi materi uji hingga peningkatan kualitas evaluasi peserta.

Beberapa manfaat utama yang diperoleh melalui penerapan aplikasi UKT/UKCW antara lain standarisasi materi pengujian, kemudahan dalam proses penilaian, serta terjaminnya objektivitas penguji. Selain itu, aplikasi juga mampu memetakan tingkat penguasaan materi dan potensi setiap siswa secara lebih akurat sehingga menjadi dasar evaluasi dan perbaikan pembelajaran di masa mendatang.

Tidak hanya berdampak pada kualitas pembinaan, sistem digital juga dinilai meningkatkan efektivitas dan efisiensi waktu pelaksanaan ujian. Bahkan, penerapan aplikasi ini menjadi salah satu langkah konkret dalam menghapus praktik-praktik kekerasan yang tidak relevan dengan nilai-nilai pendidikan pencak silat modern.

“Digitalisasi UKT dan UKCW menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kuantitas serta kualitas penguasaan materi, sekaligus mempercepat penyelesaian administrasi dan pendataan siswa maupun calon warga,” tegas Kangmas Widjang.

Langkah ini sejalan dengan kebutuhan organisasi untuk menghadirkan proses pengujian yang transparan, terukur, dan berorientasi pada kompetensi. Di tengah perkembangan teknologi informasi, sistem berbasis aplikasi diyakini mampu menjadi fondasi kuat bagi pembentukan calon warga PSHT yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga memahami nilai-nilai persaudaraan, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Bagi cabang yang belum memanfaatkan aplikasi UKT/UKCW, Tim Admin Pusat PSHT telah menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan dan bantuan teknis. Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pemerataan sistem digital sehingga standar kualitas pengujian dapat diterapkan secara seragam di seluruh cabang.

  • Editor : Kominfo-Pusat/Ang.