Hasil Rakor Lintas Sektor Sepakati Parluh PSHT Pimpinan Dr. Ir. Taufiq Gagal di Madiun

Foto : Hasil Rakor Lintas Sektor Sepakati Parluh PSHT Pimpinan Dr. Ir. Taufiq Gagal di Madiun, Rabu(16/9/2026). 

MADIUN | shterate.or.id – Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor terkait ketenteraman dan ketertiban umum di wilayah Madiun menghasilkan sejumlah kesepakatan terkait rencana pelaksanaan Parapatan Luhur (Parluh) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pimpinan Dr. Ir. Muhammad Taufiq.

Dalam dokumen Kesepakatan Bersama Peserta Rakor Ketentraman dan Ketertiban Umum di Wilayah Madiun, peserta rakor menyepakati agar pelaksanaan Parapatan Luhur PSHT pimpinan Muhammad Taufiq tidak dilaksanakan di wilayah Kota maupun Kabupaten Madiun.

Keputusan tersebut, sebagaimana tertuang dalam dokumen, mempertimbangkan aspek keamanan, ketertiban, keselamatan masyarakat serta aspirasi masyarakat.

Salah satu poin kesepakatan menyebutkan, pelaksanaan Parapatan Luhur tersebut tidak dilaksanakan di wilayah Kota maupun Kabupaten Madiun dengan pertimbangan menjaga kondusivitas keamanan, ketertiban dan keselamatan masyarakat.

Sebagai alternatif lokasi, Forkopimda Kabupaten Magetan menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah pelaksanaan Parapatan Luhur PSHT pimpinan Muhammad Taufiq.

Rakor tersebut dihadiri unsur lintas sektor, termasuk unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta perwakilan PSHT dari Madiun dan Jakarta.

Sekretaris Umum Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Madiun, Kangmas Ir. Tono Suharyanto, membenarkan adanya rakor yang melibatkan berbagai unsur tersebut, salah satunya, dirinya yang juga salah satu yang mewakili dari Pusat Madiun.

Menurut Kangmas Tono, keterlibatan lintas sektor menjadi bagian penting dalam membahas situasi ketenteraman dan ketertiban umum, terutama berkaitan dengan rencana kegiatan yang berpotensi melibatkan massa dalam jumlah besar.

“Rakor ini dihadiri lintas sektor, termasuk perwakilan PSHT dari Madiun dan Jakarta. Yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana menjaga keamanan, ketertiban dan keselamatan masyarakat,” ujar Kangmas Tono, Rabu (16/9/2026).

Ia menegaskan bahwa substansi kesepakatan dalam dokumen tersebut perlu dipahami sebagai upaya menjaga kondusivitas wilayah.
Dalam dokumen kesepakatan juga ditegaskan bahwa seluruh unsur TNI, Polri dan pemerintah daerah siap menjaga wilayah Kota dan Kabupaten Madiun tetap kondusif.

Kesepakatan itu ditutup dengan penegasan “Dipatuhi dan Dilaksanakan”, sebagai komitmen bersama seluruh peserta rakor.
Dengan demikian, berdasarkan dokumen kesepakatan tersebut, pelaksanaan Parapatan Luhur PSHT pimpinan Muhammad Taufiq diarahkan untuk tidak digelar di Kota maupun Kabupaten Madiun, sementara Kabupaten Magetan menyatakan kesiapan menjadi lokasi pelaksanaan.

Adapun hasil Kesepakatan Bersama Peserta Rakor sepakat bahwa:

(1). Pelaksanaan Parapatan Luhur PSHT Pimpinan Dr. Ir. Muhammad Taufiq tidak dilaksanakan di wilayah Kota maupun Kab. Madiun dengan pertimbangan untuk menjaga kondusifitas keamanan, ketertiban dan keselamatan masyarakat

(2). Forkopimda Kab. Magetan siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Parapatan Luhur PSHT Pimpinan Dr. Ir. Muhammad Taufiq. 

(3). Keselamatan masyarakat menjadi prioritas yang paling utama. 

(4). Menguatkan hasil kesepakatan FGD Forkopimda Kota Madiun yg telah dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus 2026 yaitu keberatan apabila Parapatan Luhur PSHT Pimpinan Dr. Ir. Muhammad Taufiq dilaksanakan di Kota Madiun. 

(5). Seluruh unsur TNI, Polri dan Pemerintah Daerah siap menjaga Kota/Kab. Madiun tetap kondusif. 

  • Reporter : Kominfo-Kris. 
  • Editor : KRA. Anang Sastro.