PSHT – Pusat Madiun Dominasi Kejurprov BHS Cup 2026, Bukti Raih 28 Medali, 6 Emas, 6 Perak dan 16 Perunggu

Foto : SH Terate Pusat Madiun Dominasi Kejurprov BHS Cup 2026, Bukti Raih 28 Medali, 6 Emas, 6 Perak, dan 16 Perunggu, Rabu (20/5/2026). 

SURABAYA I shterate.or.id – Prestasi gemilang kembali ditorehkan Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Pusat Madiun dalam ajang Kejurprov Jawa Timur Pencak Silat BHS Cup 2026 yang digelar pada 18 hingga 20 Mei 2026 di GOR Pancasila – Surabaya.

Dalam kejuaraan tingkat Provinsi yang menjadi barometer kekuatan pencak silat Jawa Timur tersebut, atlet-atlet SH Terate – Pusat Madiun yang tergabung dalam kontingen IPSI berhasil tampil impresif dengan torehan total 28 medali, terdiri dari 6 medali emas, 6 medali perak, dan 16 medali perunggu.

Capaian tersebut menegaskan bahwa SH Terate tidak hanya kuat dalam tradisi persaudaraan dan pembentukan karakter, tetapi juga konsisten melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat kompetisi resmi.

Medali emas berhasil diraih oleh:

  • Dinika Nur Afina (Kelas D Putri)  Ponorogo
  • Berlian Anggun Sevtia Dini (Kelas E Putri) Tulungagung
  • Sausan Tsabita Al Albiyyah (Kelas F Putri) Jember
  • Diki Candra Kurniawan (Kelas G Putra) Surabaya.
  • Satria Agung Dwi Firmansyah (Kelas H Putra) Nganjuk
  • Aldy Albriansya Melfandy (Kelas J Putra) Surabaya.

Sementara enam medali perak dan enam belas medali perunggu juga berhasil diamankan atlet-atlet terbaik SH Terate dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.

Prestasi semakin lengkap setelah pesilat asal Jember, Sausan Tsabita Al Albiyyah, dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putri pada Kejurprov BHS Cup 2026. Penampilan dominan dan teknik bertanding yang matang menjadikannya salah satu pesilat paling menonjol sepanjang kejuaraan berlangsung.

Keberhasilan besar ini mendapat apresiasi langsung dari Brigjen TNI (Purn.) Widjang Pranjoto yang saat ini aktif menjabat sebagai Ketua II Koordinator Bidang Teknik Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Pusat Madiun.

Ia menyampaikan rasa bangga atas perjuangan para atlet yang dinilai mampu menjaga nama besar SH Terate melalui prestasi, disiplin, dan sportivitas selama pertandingan berlangsung.

“Prestasi ini bukan sekadar kemenangan di arena pertandingan, tetapi bukti bahwa pembinaan karakter, kedisiplinan, dan nilai persaudaraan di SH Terate berjalan selaras dengan prestasi olahraga,” ungkapnya.

Menurutnya, pencak silat bukan hanya tentang teknik bertarung, melainkan warisan budaya bangsa yang mengandung nilai moral, penghormatan, serta pembentukan mental generasi muda.

Kejurprov BHS Cup 2026 sendiri diikuti pesilat-pesilat terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur dan menjadi ajang penting dalam proses pembinaan atlet menuju level nasional, termasuk persiapan Pra-PON mendatang.

Dominasi SH Terate Pusat Madiun dalam ajang ini sekaligus memperlihatkan bahwa organisasi pencak silat tertua dan terbesar tersebut masih menjadi salah satu kekuatan utama pencak silat Jawa Timur. Dengan semangat persaudaraan dan tradisi latihan yang kuat, SH Terate terus membuktikan eksistensinya sebagai kawah candradimuka lahirnya pendekar-pendekar berprestasi.

Prestasi 28 keping medali itu bukan sekadar angka, melainkan simbol dedikasi, latihan panjang, dan semangat pantang menyerah para atlet yang membawa nama besar SH Terate di panggung pencak silat Jawa Timur.

  • Reporter : Timsus-Topik. 
  • Editor : Kominfo-Pusat/Ang.