Perkuat Sistem Organisasi, PSHT Cabang Kabupaten Kotim Sukses Gelar Parapatan Ranting/Komisariat Tahun 2026

Foto : Perkuat Sistem Organisasi, PSHT Cabang Kabupaten Kotim Sukses Gelar Parapatan Ranting/Komisariat Tahun 2026,Minggu (19/4/2026).

SAMPIT I shterate.or.id – Dalam upaya memperkuat tata kelola organisasi yang adaptif, sistematis, dan berkelanjutan, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur sukses menyelenggarakan kegiatan Parapatan Ranting/Komisariat Tahun 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan pembagian wilayah menjadi zona barat, zona tengah, zona selatan, dan zona utara. Adapun pelaksanaan Parapatan Ranting/Komisariat zona tengah berlangsung pada pukul 08.00 WIB hingga selesai, Minggu (19/4/2026).

Kegiatan strategis ini menjadi momentum konsolidasi struktural sekaligus penguatan nilai-nilai dasar organisasi yang berakar pada persaudaraan, loyalitas, serta kedisiplinan dalam bingkai paguron.

Parapatan Ranting/Komisariat dihadiri oleh Ketua Cabang, Kangmas Susanto, S.H, Wakil Ketua I Kangmas Sunarja, Wakil Ketua III Kangmas Agus Wiyanto, S.E, Sekretaris Cabang Kangmas Sukoco, S.H, serta Bidang Organisasi Kangmas Sugeng Rahayu, S.H., yang memimpin jalannya parapatan. Selain itu, turut hadir para Ketua Ranting dan Koordinator Rayon PSHT Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dalam parapatan tersebut dilakukan pemilihan tiga nama calon Ketua Ranting/Komisariat melalui sistem formatur untuk diusulkan kepada Ketua Cabang, yang selanjutnya akan dipilih dan ditetapkan sebagai Ketua Ranting/Komisariat terpilih.

Secara akademis, forum parapatan ini tidak hanya dimaknai sebagai rapat koordinatif biasa, melainkan sebagai instrumen organisasi dalam melakukan evaluasi kinerja, sinkronisasi program kerja, serta perumusan kebijakan berbasis kebutuhan riil di tingkat ranting/komisariat.

Dalam perspektif manajemen organisasi modern, kegiatan ini mencerminkan praktik participatory governance, di mana setiap elemen organisasi diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan secara konstruktif.

Ketua PSHT Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur, Kangmas Susanto, S.H., menyampaikan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi juga oleh kualitas sistem, soliditas struktur, serta internalisasi nilai-nilai ajaran.

“Parapatan ranting/komisariat ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan fondasi dalam membangun organisasi yang kuat, tertata, dan berkarakter. Kita harus menyadari bahwa SH Terate adalah paguron yang dikelola secara organisasi, bukan organisasi murni, bukan organisasi politik, dan bukan institusi formal semata. Ruh kita adalah persaudaraan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penguatan sistem organisasi harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai spiritual dan kultural yang menjadi identitas utama PSHT. Keseimbangan antara pendekatan struktural (organisasi) dan kultural (paguron) menjadi kunci keberlanjutan.

“Kita harus mampu menjaga keseimbangan antara sistem administrasi yang rapi dengan nilai-nilai luhur sebagai jati diri. Jika sistem kuat tetapi ruh hilang, organisasi akan kehilangan arah. Sebaliknya, jika hanya mengandalkan semangat tanpa sistem, kita akan sulit berkembang,” tambahnya.

Sementara itu, Humas PSHT Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur, Kangmas Muhammad Isa As, memberikan penguatan perspektif ilmiah terkait pentingnya kegiatan parapatan dalam konteks organisasi modern.

Menurutnya, parapatan ranting/komisariat merupakan bentuk implementasi organizational learning, di mana organisasi belajar dari pengalaman, melakukan refleksi, dan memperbaiki sistem secara berkelanjutan.

“Dalam kajian ilmu organisasi, keberhasilan suatu lembaga sangat ditentukan oleh kemampuannya dalam beradaptasi dan melakukan pembelajaran kolektif. Parapatan ini menjadi ruang ilmiah sekaligus praktis untuk evaluasi berbasis data, pengalaman lapangan, serta dinamika sosial masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa PSHT sebagai paguron memiliki keunikan karena menggabungkan nilai kearifan lokal, spiritualitas, dan sistem organisasi modern.

“PSHT bukan sekadar organisasi pencak silat, tetapi juga sistem sosial yang membentuk karakter, etika, dan solidaritas. Oleh karena itu, pendekatannya harus holistik dengan mengintegrasikan aspek manajerial, kultural, dan humanistik,” lanjutnya.

Dalam perspektif sosiologis, kegiatan ini juga berperan sebagai sarana memperkuat social capital antaranggota, yang ditandai dengan meningkatnya kepercayaan, solidaritas, dan kohesi sosial di lingkungan organisasi.

Parapatan Ranting/Komisariat Tahun 2026 ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya penguatan sistem administrasi berbasis digital, peningkatan kualitas pelatihan dan pembinaan warga, serta optimalisasi peran ranting/komisariat sebagai ujung tombak organisasi.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini secara sukses dan partisipatif, PSHT Cabang Kabupaten Kotawaringin Timur menunjukkan komitmennya dalam membangun organisasi yang profesional, adaptif, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai persaudaraan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta peneguhan komitmen seluruh peserta untuk menjaga marwah organisasi, mempererat silaturahmi, dan mengabdikan diri bagi kemajuan paguron serta masyarakat luas.

  • Reporter :Humas Kotim. 
  • Editor : Redaktur Pusat/Ang.