Foto : Komisariat Khusus PSHT di Bakamla RI, Senin (06/1/2026).
INTERNASIONAL I shterate.or.id – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) menyelenggarakan acara penting, yakni pengukuhan Komisariat Khusus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Bakamla RI pada Senin (06/1/2026).
Acara ini tidak hanya menjadi sebuah seremoni organisasi, tetapi juga sebuah momen simbolis dalam mempererat sinergi antara nilai-nilai bela diri tradisional dan pengabdian kepada negara, khususnya dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut Indonesia.
Kepala Bakamla RI, Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah, S.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap terbentuknya Komisariat Khusus PSHT Bakamla. Menurutnya, pengukuhan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di Bakamla, yang tidak hanya mengutamakan kecerdasan intelektual, tetapi juga kekuatan mental, fisik dan spiritual para personelnya.
“PSHT, sebagai organisasi pencak silat besar, mengajarkan kita untuk percaya pada kekuatan diri, dengan bersandar pada nilai-nilai ketuhanan. Nilai ini sangat relevan dengan karakter yang harus dimiliki oleh personel Bakamla, yaitu berani, mandiri, namun tetap rendah hati,” ujar Irvansyah.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penguatan mental dan fisik para personel Bakamla menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan dalam tugas pengamanan laut yang tidak mudah. Dengan adanya Komisariat Khusus PSHT Bakamla, diharapkan para anggota dapat mengembangkan kemampuan bela diri sebagai sarana untuk membina kedisiplinan dan menanamkan budi pekerti luhur.
Sementara itu, Ketua Umum PSHT, Drs. R. Moerdjoko HW., juga menyampaikan apresiasi atas terbentuknya komisariat khusus ini. Dalam sambutannya, beliau berharap agar kerjasama antara PSHT dan Bakamla dapat terus berkembang, menciptakan sinergi yang saling menguntungkan.
“Dengan adanya kerjasama ini, PSHT tidak hanya memberikan bekal bela diri kepada anggota Bakamla, tetapi juga membantu mengembangkan budaya bela diri tradisional yang merupakan warisan budaya bangsa Indonesia,” ujar Ketum.
Komisariat Khusus PSHT Bakamla RI ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan kolaborasi yang solid antara budaya bela diri dan pengabdian kepada negara. Kedepannya, PSHT di Bakamla diharapkan dapat menjadi kekuatan tambahan dalam menjaga keamanan dan keselamatan laut Indonesia, serta memperkuat karakter para personel Bakamla sebagai “Pendekar Laut” yang tegas namun tetap profesional.
Selain itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pusat PSHT, H. Issoebiantoro, S.H., juga menyampaikan rencana besar PSHT untuk memasyarakatkan pencak silat di tingkat internasional. Dengan dukungan dari Pengurus Besar Maenpo Indonesia (PBMI), PSHT berkomitmen untuk mengirim pelatih pencak silat ke luar negeri, khususnya ke negara-negara yang belum mengenal bela diri ini. Hal ini sejalan dengan upaya untuk menjadikan pencak silat sebagai cabang olahraga resmi di Olimpiade.
“Pencak silat sudah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Kami berupaya untuk mempopulerkannya di negara-negara anggota Komite Olimpiade, agar kelak bisa menjadi cabang olahraga di Olimpiade,” ungkap Ketua Dewan Pusat PSHT.
Kerjasama antara PSHT dan Bakamla membuka peluang besar bagi perkembangan pencak silat, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dengan dukungan penuh dari Bakamla, program pelatihan bela diri pencak silat dapat dijalankan di stasiun-stasiun Bakamla di seluruh Indonesia, serta dapat difasilitasi di negara-negara yang membutuhkan.
Komisariat Khusus PSHT Bakamla menjadi simbol sinergi antara dua kekuatan besar: keamanan laut dan budaya bela diri. Keberadaan komisariat ini diharapkan tidak hanya memperkuat fisik dan mental personel Bakamla, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur yang tercermin dalam filosofi PSHT, yakni “Setia Hati.” Dengan semangat itu, Bakamla siap menghadapi tantangan besar dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia, sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa.
Sebagai penutup, Kepala Bakamla mengingatkan seluruh anggota PSHT Bakamla untuk menjadikan organisasi ini sebagai sarana untuk meningkatkan prestasi, membina anggota, serta menanamkan budi pekerti luhur. “Jadilah pendekar yang rendah hati, tegas dalam prinsip dan selalu menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi,” pesan Irvansyah.
Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, PSHT Bakamla siap untuk berkontribusi dalam memperkuat keamanan laut Indonesia dan membawa pencak silat ke dunia internasional.
- Reporter : KOMINFO/Ang/JK.












