Warga SH Terate Cabang Tulungagung Berpartisipasi Dalam Prosesi Labuh Laut di Pantai Popoh Tahun 2022

  • Bagikan

TULUNGAGUNG I shterate.or.id – Ketua Bidang Kominfo dan Hubungan Antar Lambaga Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Tulungagung, Kangmas Andreas Kristiadi telah menghadiri dan mendampingi Rayon Sipoger Ranting Besuki berpatisipasi langsung dalam kegiatan Labuh Laut, di pantai Popoh, Sabtu (13/8/2022).

Labuh Laut atau biasa di sebut masyarakat setempat dengan sebutan “Sembonyo” adalah tradisi masyarakat Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung. Selain Labuh Laut, prosesi tersebut juga di rangkai dengan kegiatan SH Terate Rayon Sipoger Ranting Besuki Cabang Tulungagung untuk memperingati 1 Abad SH Terate di tahun 2022.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Tulungagung, Forkopimda, Dinas Perikanan dan Kelautan, Ketua Bidang Kominfo dan Hubungan Antar Lambaga Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Tulungagung, Fokopimcam Besuki, Ketua Ranting dan Rayon, tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar.

Ketua Bidang Kominfo dan Hubungan Antar Lambaga SH Terate Cabang Tulungagung, Kangmas Andreas Kristiadi mengatakan bahwa Prosesi Labuh Laut tersebut di lakukan di setiap tahun oleh warga masyarakat Desa Besole.

“Sesaji yang di larung di bawa ke tengah Teluk Popoh ini adalah agenda tahunan. Prosesi Labuh Laut digelar setiap hari Rabu Legi yang jatuh pada bulan Suro pada penanggalan Jawa, dan warga SH Terate di Ranting Besuki juga selalu berpartisipasi dengan adat istiadat ini, dan kali ini prosesi Labuh Laut di kemas dengan rangkaian peringatan 1 Abad SH Terate, ”terangnya.

Di kegiatan Labuh Laut sendiri, Kata Kangmas Andreas Kristiadi Rayon Sipoger Ranting Besuki berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Dalam rangkaian acara Labuh Laut ini sendiri rangkaian acara sangat padat, mulai dari selamatan, live music, kesenian jaranan lokal, labuh laut, kesenian jaranan Terate Agung Budoyo dan masih banyak hiburan masyarakat sekitar lainnya,”tambahnya.

Di katakana Kangmas Adreas Labuh Laut ini adalah simbul sebagai ungkapan rasa syukur dan terimakasih kepada alloh SWT dengan hasil laut nelayan Pantai Popoh Kecamatan Besuki – Tulungagung selama ini. Selain itu, tradisi Labuh Laut dianggap sebagai momentum yang tepat untuk memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil tangkapan laut yang berlimpah.

Gelaran Labuh laut mampu merubah kesyahduan Pantai Popoh, menjadi pusat keriuhan yang dipadati oleh pengunjung. Tak ayal, masyarakat sekitar maupun Warga SH Terate yang mayoritas penduduk sekitar Pantai Popoh diharuskan menghormati serangkaian prosesi Labuh Laut dengan khidmat. Tak ada satu pun nelayan yang diperkenankan untuk melakukan aktivitas melaut selama prosesi adat berlangsung.

“Setidaknya, selama dua hari berturut-turut, mulai dari persiapan hingga puncak ritual. Larangan ini ditetapkan karena adanya suatu keyakinan di dalam benak atau di hati masyarakat,”tandasnya.

Dari gelaran kegiatan ini melalui tradisi Labuh Laut dan gelaran lainya, di harapkan hubungan antara manusia dan alam dapat dibangun dalam relasi mutual yang lebih selaras, sebab dalam kepercayaan tersisip pula edukasi tentang bahaya mengalirkan sampah ke laut serta dampak yang ditimbulkannya.

  • Reporter : Andreas Kristiadi
  • Editor : HUMAS – ANG

 

  • Bagikan