Sambut 100 Tahun, Cabang Tuban Bersholawat

  • Bagikan

TUBAN l shterate.or.id – Pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Tuban, telah menggelar Sholawat untuk menyambut 100 tahun SH Terate. Bertempat di Padepokan Cabang Tuban, Sabtu (5/2/2022).

Dalam kesempatan tersebut hadir para tokoh SH Terate Cabang Tuban, sesepuh, pengurus ranting dan rayon serta pelatih dan seluru Calon Warga Ca ang Tuban. Kegiatan Cabang Tuban Bersholawat tersebut menghadirkan pembicara K.H. Ahmad Rofi’i Mahfudz, S.HI yang biasa dikenal Gus Eeng yang juga warga SH Terate dari Cabang Sidoarjo.

Ketua SH Terate Cabang Tuban, Kangmas Lamidi, S.P dalam sambutannya mengajak para warga dan siswa SH Terate Cabang Tuban untuk terus berjuang diposisi dan peran masing-masing. Mewarisi semangat pendiri SH Terate sebagai pahlawan perintis kemerdekaan.

“Mari berjuang di SH Terate, berjuang di masyarakat maupun berjuang di pemerintahan. Mari kita ciptakan Kabupaten Tuban yang aman, kondusif dan nyaman. Saya yakin dulu – dulur warga dan juga adik-adik SH Terate selalu diterima masyarakat dimanapun berada,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kangmas Lamidi berharap, Digelarnya SH Terate bersholawat ini diharapkan SH Terate beserta para warganya mendapatkan syafaatnya Rasulullah SAW. “Kita sambut 1 Abad SH Terate dengan meningkatkan peran kita masing-masing dimanapun berada. Sesuai ajaran SH Terate,” imbuhnya.

Semenatara itu, Wakil Bupati Tuban, Kangmas H. Riyadi pada kesempatan itu juga berharap kepada seluruh keluarga besar SH Terate menjaga kebesaran organisasi dan perguruan ini. Dengan perilaku dan selalu mengikuti ajaran di SH Terate. Dengan mengikuti ajaran yang di berikan dari Organisasi ini saya yakin semua akan bisa mengharumkan nama besar SH Terate.

“SH Terate mampu bertahan dan tetap eksis dan juga diterima masyarakat sampai usia 100 tahun ini. Mudah-mudahan dengan bersholawat Allah SWT makin mencintai SH Terate dan terus mengangkat derajat organisasi dan para warganya,” tuturnya.

Jika pendirian SH Terate didirikan untuk melawan penjajahan bangsa, saat ini jiwa tersebut harus tetap dimiliki dan dijalani oleh seluruh warga SH Terate. “Dulu SH Terate diajari untuk berjuang melawan penjajah baik dengan senjata atau beladirinya. Kalau hari kita mengisi kemerdekaan jerih payah para pahlawan dengan membangun negeri ini,” tegasnya.

Lembaga Hukum dan Advokasi SH Terate Pusat, Kangmas Dr. Didik Mukrianto, S.H., menegaskan usia 100 tahun jangan dimaknai angka saja. Melainkan secara filosofis secara mendalam. Sebagai pelajaran berharga untuk dimaknai dan dijalani.

“Usia SH Terate sudah 100 tahun, itu berarti SH Terate tidak sekedar dimaknai angka saja. Mengapa SH Terate terus berkembang dan tidak bisa dibendung siapapun. Karena keluhuran ajarannya,” pesannya.

“Jika kita bisa melewati 1 abad saya tidak heran. Karena tujuan SH Terate sangat mulia. Perjalanan SH Terate dengan perjalanan bangsa ini tidak pernah lekang. Ilmu SH Terate sangat universal. Sehingga ajaran inilah maka tidak akan lekang oleh waktu dan zaman,” tegas Kangmas Didik yang juga Anggota DPR RI tersebut.

Sementara itu Gus Eeng dalam tausiayahnya menjelaskan pentingnya sholawat. Makna persaudaraan yang tidak membedakan suku, ras dan agama. “Toleransi agama persaudaraan kita bagi yang muslim Lakum Dinukum Waliyadiin . Toleransi di SH Terate luar biasa,” jelasnya.

Sedangkan tentang Setia Hati juga disampaikan penyakit jasmani tidak jadi urusan hingga akhirat. Namun karena penyakit hati atau rohani, yang jadi urusan dengan Allah SWT. Termasuk makna bunga terate yang dimaknai warga SH Terate harus bisa hidup dimanapun. Bernodalkan budi pekerti luhur tahu benar dan salah, sebab hatinya bersinar.

“Berbudi pekerti luhur atau tidak, tergantung hatinya masing-masing. Selamat tidaknya (di akhirat) tergantung hati yang bersinar masing-masing. Penyakit jasmani ada dokter spesialisnya. Penyakit rohani tidak ada dokter spesialisnya. Hati yang bersih akan mengenal Allah SWT,”sambutnya.

Diketahui, sebelum malam bersholawat, didahului dengan khotmil Qur’an, Yang dilakukan warga Hafidz (hafal qur’an) di Padepokan Cabang Tuban.

  • Reporter  : Siknal
  • Editor      : M. Anang Sastro.

 

  • Bagikan