Hadiri Undangan Polres Madiun Kota, Kangmas R. Moerdjoko HW Ikuti Rapat Focus Goup Discussion

  • Bagikan

AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, SH, S.IK, MH Bersama Jajaran Ketua dan Pengurus Perguruan Pencak Silat Madiun saat memberikan komentar tentang FGD

MADIUN | shterate.or.id – Begitu kompaknya Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun, yang juga Ketua Paguyuban Perguruan Pencak Silat Madiun, Kangmas R. Moerdjoko HW telah menhadiri undangan Polres Madiun Kota dalam rangka rapat FGD membahas tentang dinamika kamtibmas pasca bulan Suro tahun 2021. Acara tersebut bertempat di Gedung Bhara Mahkota Polres Madiun Kota, Selasa (15/9/2021).

Kangmas R. Moerdjoko HW di Dampingi Jajaran Pengurus Pencak Silat Madiun saat di Wawancarai.

Rapat yang mengambil tema, “Focus Group Discussion (FGD) Membahas Dinamika Kamtibmas Pasca Bulan Suro Tahun 2021”, berjalan dengan lancer, sukses dan mentaati protokol kesehatan. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, SH, S.IK, MH, Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pusat Madiun, yang juga Ketua Paguyuban Perguruan Pencak Silat Madiun, Kangmas R. Moerdjoko HW, jajaran pengurus Paguyuban Perguruan Pencak Silat Madiun dan juga jajaran pejabat Utama Polres Madiun Kota.

Pada kesempatan itu, Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, SH, S.IK, MH menyampaikan tujuan Focus Group Discussion (FGD) ini, untuk mengelola kabtibmas dengan melibatkan perguruan pencak silat sebagai kearifan lokal. Apalagi di Kota Madiun ini banyak perguruan pencak silat, bahkan ada beberapa yang besar. “Ini juga bisa menjadi barometer bahwa di pusatnya kegiatan bisa kondusif, sehingga daerah lain supaya bisa menguikuti,”kata AKBP Dewa Putu Eka Darmawan.

Dalam Focus Group Discussion (FGD) Dinamika Kamtibmas Pasca Bulan Suro di Gedung Bhara Mahkota itu, Kapolres juga mengapresiasi keterlibatan perguruan pencak silat dalam menjaga kamtibmas selama bulan Muharam 1443 Hijriah di Kota Madiun. Kegiatan serupa bakal terus berkelanjutan.”Paling tidak dua atau tiga bulan sekali Focus Group Discussion (FGD) ini bisa diadakan, juga bisa melalui media sosial,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate, Kangmas R. Moerdjoko HW menyampaikan bahwa suran tahun ini yang kedua ditengah situasi pandemi Covid-19, sehingga, kegiatan kegiatannya tanpa euforia.”Upaya ini sebagai bentu dukungan perguruan pencak silat pada pemerintah untuk memutus penyebaran Covid-19. Selain itu, komitmen perguruan pencak silat untuk menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kota Madiun, “terangnya.

Lebih lanjut Kangmas R. Moerdjoko menambahkan, bahwa kegiatan selama bulan Suro kemarin berjalan dengan aman, itu semua berkat peguyuban pencak silat yang ada di Madiun ini bisa bersama-sama menjaga kamtibmas. “Hal ini dapat menjadi pertimbangan khusus untuk kegiatan dimasa mendatang,”Imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Kangmas R. Moerdjoko juga berharap, rapat Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan lintas sektor ini dapat di agendakan dua atau tiga bulan sekali sebagai bahan evaluasi. Sehingga, sinergita antara aparat kepolisian dengan perguruan pencak silat di madiun bisa terjalin dengan baik untuk menjaga kondusivitas wilayah. (HUM).

  • Bagikan