Sebanyak 1.700 Siswa PSHT Cabang Kabupaten Kediri Ikuti Ujian Kenaikan Sabuk Hijau ke Sabuk Putih

Foto : Sebanyak 1.700 Siswa PSHT Cabang Kabupaten Kediri Ikuti Ujian Kenaikan Sabuk Hijau ke Sabuk Putih, Minggu (15/2/2026).

KEDIRI I shterate.or.id – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kabupaten Kediri Pusat Madiun menggelar ujian kenaikan tingkat (UKT) gelombang terakhir pada Minggu (15/2/2026). Sebanyak 1.700 siswa tercatat mengikuti ujian kenaikan tingkat dan siap disahkan menjadi warga baru PSHT pada tahun ini.

Kegiatan UKT dari sabuk hijau ke sabuk putih ini berlangsung di halaman kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri. Gelombang kelima ini diikuti oleh 376 siswa yang berasal dari seluruh ranting di wilayah Kabupaten Kediri.

Ketua PSHT Cabang Kabupaten Kediri, Kangmas Gita Hartanto, atau yang akrab disapa Kang Mas Tobing, menjelaskan bahwa sebelumnya sudah digelar empat gelombang UKT dan kegiatan ini merupakan UKT gelombang ke lima dari sabuk hijau ke putih di tahun 2026.

“Tahun 2026 ini ada hampir 1.700 siswa yang siap disahkan. Kami menekankan kepada seluruh siswa agar menjaga kesehatan dan mulai mengubah perilaku menjadi lebih baik agar bisa menjadi teladan bagi masyarakat,” ujar Kang Mas Tobing di hadapan para peserta.

Jalannya ujian yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB ini mendapatkan pengawalan ketat guna menjamin kondusivitas wilayah. Personel gabungan yang terlibat meliputi, Polres Kediri dan Satbrimob, TNI, Polsek Pagu, Satpol PP Kabupaten Kediri, serta PAMTER (Pengamanan Terate).

Apresiasi juga disampaikan oleh pihak PSHT kepada Pemerintah Kabupaten Kediri atas fasilitas tempat yang diberikan, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dari gelombang pertama hingga terakhir dapat berjalan tertib sesuai rencana.

“Kami sangat berterima kasih pada Pemkab Kabupaten Kediri khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang memberikan ijin tempat untuk kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat, Polres Kediri, Satbrimob, TNI, Polsek Pagu, Satpol-PP dan PAMTER yang mengawal kegiatan ini, sehingga bisa berjalan dengan lancar, aman dan tertib sesuai rencana,” ujarnya.

Dalam arahannya, pengurus cabang mengingatkan para siswa bahwa menyandang sabuk putih berarti memikul tanggung jawab moral yang lebih besar. Siswa diharapkan mampu mengimplementasikan ajaran “Ke-SH-an” dalam kehidupan sehari-hari, yakni menjadi manusia yang berbudi luhur tahu benar dan salah.

  • Reporter : Humas Cabang. 
  • Editor : Kominfo-Pusat/Ang.